CIAMIS – Pemerintah Kabupaten Ciamis menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan kolaborasi internasional di bidang pendidikan melalui penyelenggaraan Welcoming Ceremony Global Project-Based Learning yang digelar di Gedung Auditorium Universitas Galuh, Selasa (28/07/2026) sore. Bupati Ciamis diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Dr. H. Andang Firman Triyadi, M.T., yang hadir sekaligus menyampaikan sambutan pada kegiatan tersebut.
Program Global Project-Based Learning merupakan kolaborasi antara Universitas Galuh, School of Business and Management (SBM) Institut Teknologi Bandung, dan Universiti Utara Malaysia (UUM). Mengusung tema “Inovasi Desa Medanglayang”, program ini menjadi wadah pembelajaran berbasis proyek yang mempertemukan mahasiswa, dosen, dan akademisi dari Indonesia maupun Malaysia untuk mengembangkan inovasi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.
Rangkaian acara diawali dengan prosesi penyematan pin Universitas Galuh kepada perwakilan mahasiswa peserta sebagai simbol penyambutan dan diterimanya para peserta sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Galuh. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Hymne Universitas Galuh, sambutan Rektor Universitas Galuh, sambutan perwakilan SBM ITB, hingga sambutan Bupati Ciamis yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kolaborasi antara Universitas Galuh, SBM Institut Teknologi Bandung, dan Universiti Utara Malaysia. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi bukti bahwa dunia pendidikan tinggi terus berkembang menuju ekosistem pembelajaran yang semakin terbuka, kolaboratif, dan berorientasi global.
“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pendidikan tinggi telah melampaui batas geografis menuju ekosistem pembelajaran yang bersifat global, kolaboratif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” tutur Andang.
Ia menjelaskan, pendekatan Global Project-Based Learning dinilai sangat relevan dengan kebutuhan abad ke-21. Melalui metode tersebut, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di ruang kuliah, tetapi juga didorong untuk terjun langsung ke lapangan guna mengidentifikasi berbagai persoalan, menyusun solusi, bekerja secara lintas disiplin, hingga menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga belajar menyelesaikan persoalan nyata dan menghadirkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Andang menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam menentukan kemajuan suatu daerah. Oleh karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat harus terus diperkuat agar mampu melahirkan gagasan-gagasan inovatif yang dapat diterapkan dalam pembangunan daerah.
“Kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh sumber daya alam, tetapi oleh kualitas manusianya,” tegasnya.
Ia berharap kerja sama yang terjalin tidak berhenti pada pelaksanaan program semata, melainkan berkembang menjadi kemitraan jangka panjang yang mampu mendukung pengembangan ekonomi kreatif, kewirausahaan, teknologi, hingga pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, kehadiran akademisi dari berbagai institusi juga menjadi kesempatan berharga untuk saling bertukar pengetahuan dan pengalaman demi menghasilkan solusi terbaik bagi daerah.
“Saya berharap ini menjadi awal kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan, sehingga mampu melahirkan berbagai solusi bagi pembangunan daerah,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah turut menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta dari SBM Institut Teknologi Bandung dan Universiti Utara Malaysia. Ia berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman akademik selama mengikuti rangkaian kegiatan, tetapi juga dapat mengenal budaya, potensi, serta kearifan lokal Tatar Galuh yang menjadi bagian dari identitas Kabupaten Ciamis.
Menutup sambutannya, Andang mengajak seluruh peserta menjadikan momentum tersebut sebagai sarana memperkuat jejaring antarlembaga dan membangun semangat kolaborasi dalam menghadapi tantangan masa depan. Menurutnya, setiap perguruan tinggi memiliki keunggulan yang saling melengkapi sehingga sinergi menjadi kunci dalam menciptakan inovasi yang berdampak luas.
“Sekarang bukan lagi zamannya berjalan sendiri. Setiap kampus memiliki keunggulan, dan ketika disatukan akan melahirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” pungkasnya.
Melalui Global Project-Based Learning, Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus berkembang serta melahirkan berbagai inovasi yang tidak hanya bermanfaat bagi pembangunan daerah, tetapi juga memperkuat kerja sama akademik antara Indonesia dan Malaysia menuju kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.
Prokopim Ciamis
photo_cameraDokumentasi
Topik Terkait:
Apakah artikel ini bermanfaat?
Bantu admin instansi meningkatkan kualitas publikasi.