Ciamis – Menjelang peringatan Milangkala ke-16 Gong Perdamaian Dunia yang akan digelar pada Selasa, 9 September 2025 di Situs Bojong Galuh Karangkamulyan, Bupati Ciamis memimpin rapat persiapan bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Dalam rapat tersebut, Bupati Ciamis menegaskan bahwa peringatan Gong Perdamaian Dunia merupakan momentum penting untuk mengingatkan kembali nilai-nilai persaudaraan, toleransi, dan perdamaian yang diwariskan para leluhur Galuh melalui 10 Perjanjian Damai Galuh tahun 739 Masehi.
Nilai luhur tersebut antara lain semangat persaudaraan, silaturahmi, musyawarah, tidak saling menyerang, serta menghormati yang berhak.
“Kalau kita semua mempedomani warisan karuhun ini, maka tidak perlu ada kekerasan atau keributan di tanah Ciamis. Peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi ajakan untuk menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya hidup rukun dan damai,” kata Bupati Ciamis herdiat sunarya, 03/09 di Oproom setda Ciamis.
Bupati Ciamis juga menyampaikan bahwa ia telah melaporkan rencana kegiatan kepada Gubernur Jawa Barat. Gubernur memberikan izin pelaksanaan karena status siaga daerah hanya sampai tanggal 5 September, sehingga diharapkan pada tanggal 9 situasi sudah kondusif.
Dalam persiapan teknis, Bupati sengaja melibatkan berbagai OPD seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, dan tentu saja leading sector kegiatan yaitu Disbudpora.
Selain itu, aparat keamanan termasuk Polres Ciamis juga akan mendukung pengamanan acara agar berjalan tertib dan tidak dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Kita harus kemas kegiatan ini sebaik mungkin, sehingga pesannya adalah kebersamaan dan perdamaian. Semua pihak harus bekerjasama, termasuk menjaga kebersihan dan keamanan area sebelum maupun sesudah acara,” tambahnya.
Peringatan Gong Perdamaian Dunia ke-16 tahun ini mengusung tema “Kebersamaan Menabuh Harmoni, Perdamaian Menyatukan Hati”. Rangkaian acara akan meliputi Kirab Kebhinekaan, Rajah Pasundan, Prosesi Ngagungkeun Gong, serta pagelaran seni dan budaya Nusantara.
Gong Perdamaian Dunia yang berdiri di Karangkamulyan sejak 9 September 2009 merupakan simbol persaudaraan antarbangsa, dihiasi bendera dari 228 negara dan simbol-simbol kerukunan umat beragama. Gong ini hanya ditabuh pada momen khusus, termasuk setiap tanggal 9 September sebagai simbol persatuan dan perdamaian.
Sebagai tambahan dan informasi berikut adalah 10 Perjanjian Damai Galuh Tahun 739 Masehi.
- Mawasana Panyatrawanan (Menyudahi permusuhan)
- Atuntunan Tangan (Bekerjasama)
- Paras Paropakara (Saling membantu)
- Mitra Samaya (Menjalin persahabatan)
- Paribhaksa (Tidak boleh balas dendam)
- Telasakeun Apa Kenak (Penyesalan dengan damai)
- Mapulang Rahi (Silaturahmi dan musyawarah)
- Kaharep Saduluran (Semangat persaudaraan)
- Parapura (Tidak saling menyerang)
- Maryada Sakengsi Tutu (Menghormati yang berhak)
PROKOPIM CIAMIS