Minggu, Agustus 14, 2022

Update Corona Ciamis 28 Maret: Ciamis Masih Zero Postif Covid-19

HINGGA Sabtu (28/3/2020) pukul 13.00 WIB, di Kabupaten Ciamis belum ada pasien dengan positif Corona (COVID-19).

Sedangkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 132 orang dalam proses pemantauan 76 orang dan selesai pemantauan sebanyak 56 orang. Sedangkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 4 orang dan 1 orang sudah dinyatakan negatif.

Pada Jum’at (28/3/2020), situasi Kabupaten Ciamis masih sangat kondusif. Kebijakan terkait physical distancing sudah diterapkan diberbagai sarana publik dengan pembatasan jarak antar satu dengan yang lainnya.

Tak hanya itu, arus lalu-lintas di Kabupaten Ciamis terlihat lengang. Hal itu sangat berbeda dengan hari biasanya.

Kondisi ini berkat sosialisasi yang dilakukan oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Di kewilayahan aparat kelurahan dan kecamatan bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Babinsa, dan Bhabinkantibmas berpatroli menghimbau masyarakat untuk membatasi aktifitas keluar.

Kepala Dinas Kesehatan Ciamis dr Yoyo saat menyampaikan knferensi pers terkait penanganan COVID-19 di Kabupaten Ciamis menyampaikan ada lonjakan kurang lebih 2ribu eksodus yang datang dari kota besar untuk pilang ke Ciamis karena diliburkannya aktifitas pabrik, kantor dan perusahaan tempat mereka bekerja.

“Ada sebanyak 109 orang pekerja Wardah dari Jakarta yang pulang ke Kecamatan Sukadana dengan diantarkan 3 Bus langsung dari Jakarta,”

“Saat ini baru selesai dilaksanakan screening oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kecamatan Sukadana dengan melibatkan Puskesmas Kecamatan,” kata dr Yoyo.

Mereka datang dari Jakarta yang termasuk daerah transmisi lokal (zona merah) COVID-19 sehingga status mereka Orang Tanpa Gejala (OTG) dan dihimbau untuk melakukan isolasi madiri di rumahnya masing-masing selama 14 hari kedepan.

“Tim GTPP Kecamatan Sukadana telah mengarahkan kepada warga eksodus untuk tetap berkominikasi dengan petugas Puskesmas setempat dalam proses isolasi mandiri kedepannya,” jelasnya.

Para ekasodus tersebut telah diberikan peralatan isolasi mandiri dengan memakai masker dan tidak boleh kemana-mana bila perlu kamarnya terpisah.

“Kita telah mendata kontak mereka, agar bisa follow up kondisi perkembangan di mereka, manakala ada gejala COVID-19 tim dari puskesmas akan turun memeriksa yang bersangkutan, ungkap dr Yoyo.

Ia berharap pola yang telah disampaikam setiao tahapan diatas agar dipahami dan diharapak mereka diaiplikasikan.

“Untuk masyarakat sekitar agar beri dukungan jangan sampai memunculkan stigma, para eksodus yang baru pulang agar diberi support bahwa kebijakan isolasi mandiri demi keamanan semata,” terangnya.

*Humas.ciamiskab.go.id

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terkini